Boys Over Flower
Sabtu, 28 Maret 2015
What Is BFF? Part II
Nah... Sekarang aku mau share kabar baik soal postingan aku yang kemaren. Alhamdulillah, aku bisa memberanikan diri aku untuk menatap dia, senyum sama dia. Aku juga gak tau kenapa ya... Hari jumat lalu bener-bener hari yang menurut aku miracle. Atau malah karena langit biru yang cerah dan bikin hati aku juga jadi cerah?
Aku berharap terus lebih berkembang lagi sih. Yah, walaupun benang kusut itu masih sangat butuh perjuangan keras untuk melerainya. Tapi aku masih berharap hubungan aku sama dia kembali kayak dulu lagi.
Aku masih ada yang dipikirin sih. Gini lohh, dia kan punya kayak... ya bisa disebut geng juga bisa. Ya gitu, dia dengan geng-nya juga gak bakal terputus gitu aja kan. Tadi siang juga gitu, aku berusaha mengajak ngobrol dia. Aku berusaha berani, aku berusaha gak gengsi, aku duduk di samping dia. Tapi ada yang mengalihkan perhatiannya dari aku, siapa lagi kalo bukan salah satu temen satu geng-nya.
Kenapa sih? mereka kan udah setiap hari di samping si 'S', aku cuma ngajak ngobrol sebentar aja malah diganggu. Ngobrolnya juga gak banyak, ya tetep aja kan? benang kusut dan sudah runyam, walaupun dilerai pasti meninggalkan bekas dan jadi jelek. Hubungan juga gitu kan, kalo udah runyam dan sulit diselesaikan pasti menimbulkan kecanggungan?
Nah, maka dari itu. Aku mau hubungan ini tuh gak jadi canggung. Ya biasa aja, kayak yang biasanya. Semoga dia ngerti apa yang aku mau deh.. amiin.
dan OH! sumpah ya... Aku ini bukan lesbian, tapi ngeliat dia sama temen-temennya tuh.. aku jadi envy! Ini yang bikin aku tambah stress juga sih.
Seumur hidup aku, dari SD sampe MTs aku belum pernah punya sahabat kayak dia, barulah saat masuk MA aku ketemu sama dia, dan aku ngerasa cocok aja gitu... tapi, malah jadi kayak gini. Aku gak berani curhat sama temen-temen, aku lebih enjoy mencurahkan perasaan aku di sini, di blog aku sendiri.
I hope she not see my blog! No! Don't Ever!! I'll be shy and off course our friendship will be awkward may be.
regard
Uuslee
Kamis, 26 Maret 2015
What is BFF??
Ini bukan tentang aku yang gak tau apa arti dari BFF ya.... tentu aja aku tahu, tapi makna dari Best Friend Forever itulah yang riskan buat aku.
Sebenarnya sih, aku cuma pengin curhat aja. Aku punya sahabat sejak kelas X, dia baik, cantik, dia juga perhatian sama aku. Pas kelas X semuanya lancar-lancar aja, hubungan persahabatan kita masih deket. Tapi entah kenapa ya... pas memasuki semester 2 dan mendekati kenaikan kelas. Hubungan kita jadi renggang.
Pada dasarnya sih, aku tuh orangnya perasa banget, sensitive. Jadi , waktu itu si 'S' aku panggil dia itu aja ya... dia kalo mau kemana-mana selalu sama temen satu biliknya (dia tinggal di pesantren) . Yah gitu, aku ngerasanya dia tuh udah gak sayang lagi sama aku. dia udah gak care lagi sama aku, walaupun gitu aku tetep menghargai dia kok. Dia orangnya humoris, tapi kalo ada masalah gak pernah kasih tau sama sekali, ya mungkin itulah yang menyebabkan kita missing comunication.
Sekarang kan aku udah kelas XI, udah semester 2 juga, yah gitu... aku sama dia kayak orang musuhan aja. Gak pernah tegur sapa sama sekali. Padahal sebelumnya kita baik-baik aja. Aku tuh pengeeeenn banget memperbaiki hubungan aku sama dia. Tapi aku gak ngerti caranya gimana, lagian juga kita gak pernah ada masalah pertengkaran yang serius. Cuma, pikiran kita masing-masing aja yang membuat hubungan baik jadi seperti benang kusut. udah gak bisa dilerai lagi.
Kemaren pas tanggal 10, dia kasih aku kado + sepucuk surat. Aku nangis sumpah bacanya. Aku keinget masa-masa kelas X, kita sama-sama terus. Walaupun dia tinggal di bilik yang peraturannya gak boleh main keluar, aku tetep berusaha menjaga hubungan itu. Aku sering kali kunjungi dia di bilik. Tapi apa mau dikata sih? benangnya udah serumit ini...
Apa akunya yang egois yah? cuma karena sekarang aku lihat dia punya temen satu geng, aku cemburu? Aku sama dia sejak kelas X sampe sekarang selalu beda kelas. Apa itu juga termasuk renggangnya hubungan kami?
Aku cuma bisa berharap suatu saat nanti, aku bisa ngobrol santai lagi sama kamu S, bisa dengerin lagu favorite kita bareng-bareng, dan aku cuma bisa berharap, kamu selalu bahagia. Udah itu aja... kalo kamunya bisa bahagia, aku juga bakalan bahagia. Jangan nangis karena aku lagi, karena aku juga bakalan nangis.
Kalo kamu lihat blog aku ini, kamu lihat tulisan aku ini. Aku harap kamu jangan nangis dan tetep senyum. Aku yang salah, aku egois. Jadi, aku minta maaf...
Saranghae...
Rabu, 18 Maret 2015
Blog Tour + review + Giveaway novel 'The Wind Leading To Love'
Hola....
I'm come back with giveaway!! Yeay!
Tapi eh tapi, giveaway-nya ini bukan dari aku. melainkan dari BlogTour yang diadain oleh Penerbit Haru. Tahu Penerbit Haru kan? masa gak tahu sih. Itu lohh penerbit yang novel-novelnya selalu bikin pecinta jadi kena syndrom. Nah loh.. kok syndrom? syndrom-nya apaan sih? pasti pengen nanya gitu kan??? kalo pengen tahu... beli novelnya penerbit haru deh... atau mau ikutan aku ikutan giveaway-nya....
Tapi, hadiah giveaway-nya apa?
Nah itu dia!!! sekarang aku mau kasih tau sama kalian, kalo hadiahnya itu.... eng ing eng!!!!
I'm come back with giveaway!! Yeay!
Tapi eh tapi, giveaway-nya ini bukan dari aku. melainkan dari BlogTour yang diadain oleh Penerbit Haru. Tahu Penerbit Haru kan? masa gak tahu sih. Itu lohh penerbit yang novel-novelnya selalu bikin pecinta jadi kena syndrom. Nah loh.. kok syndrom? syndrom-nya apaan sih? pasti pengen nanya gitu kan??? kalo pengen tahu... beli novelnya penerbit haru deh... atau mau ikutan aku ikutan giveaway-nya....
Tapi, hadiah giveaway-nya apa?
Nah itu dia!!! sekarang aku mau kasih tau sama kalian, kalo hadiahnya itu.... eng ing eng!!!!
| |||||||
| The Wind Leading To Love | by Yuki Ibuki |
Yap! ya kayak yang di judul. Novel The Wind Leading To Love. pada penasaran kan sama novel terbaru Haru ini? Oke deh, berhubung aku baik. jadi aku kasih deh sinopsisnya.
Judul: The Wind Leading to Love
Penulis: Yuki Ibuki
Penerbit: Penerbit Haru
Halaman: 342 halaman
Terbitan: Maret 2015
Rasa sakit itu merupakan bukti kalau kita masih hidup.
Suga Tetsuji depresi. Menuruti saran dokter, dia mengasingkan diri di sebuah kota pesisir, di sebuah rumah peninggalan ibunya. Namun, yang menantinya bukanlah ketenangan, tapi seorang wanita yang banyak omong dan suka ikut campur bernama Fukui Kimiko.
Fukui Kimiko kehilangan anak dan suaminya, dan menyalahkan dirinya sendiri sebagai penyebab kematian mereka berdua. Dia menganggap dirinya tidak pantas untuk berbahagia.
Setelah menyelamatkan Tetsuji yang nyaris tenggelam, Kimiko menawarkan bantuan pada pria itu untuk membereskan rumah peninggalan ibunya agar layak jual. Sebagai gantinya, wanita itu meminta Tetsuji mengajarinya musik klasik, dunia yang disukai anaknya.
Mereka berdua semakin dekat, tapi….
Penulis: Yuki Ibuki
Penerbit: Penerbit Haru
Halaman: 342 halaman
Terbitan: Maret 2015
Rasa sakit itu merupakan bukti kalau kita masih hidup.
Suga Tetsuji depresi. Menuruti saran dokter, dia mengasingkan diri di sebuah kota pesisir, di sebuah rumah peninggalan ibunya. Namun, yang menantinya bukanlah ketenangan, tapi seorang wanita yang banyak omong dan suka ikut campur bernama Fukui Kimiko.
Fukui Kimiko kehilangan anak dan suaminya, dan menyalahkan dirinya sendiri sebagai penyebab kematian mereka berdua. Dia menganggap dirinya tidak pantas untuk berbahagia.
Setelah menyelamatkan Tetsuji yang nyaris tenggelam, Kimiko menawarkan bantuan pada pria itu untuk membereskan rumah peninggalan ibunya agar layak jual. Sebagai gantinya, wanita itu meminta Tetsuji mengajarinya musik klasik, dunia yang disukai anaknya.
Mereka berdua semakin dekat, tapi….
Menarik kan?? jadi ayo ikuti blogtour-nya... nah kali ini blog tour diadain di sini nih klik
Selamat mencoba guys!!! :)
Langganan:
Postingan (Atom)


